
Banyuwangi, 06 Juni 2025 — Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 1446 H, sebuah momen penuh makna berlangsung di kediaman KH. Achmad Burhan Al Banani, di Pondok Pesantren Baitul Maghfiroh, Sarimulyo, Cluring, Banyuwangi. Haji Sumail Abdullah, anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi, bersama Bima Rafsanjani Rafid, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menyerahkan hewan qurban berupa seekor sapi kepada Majlis Dzikir Nusantara (Madzirnu).
Penyerahan ini diterima langsung oleh KH. Achmad Burhan Al Banani, Ketua Umum Madzirnu, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan dan perhatian para tokoh terhadap kegiatan sosial keagamaan.
Dalam sambutannya, KH. Achmad Burhan Al Banani menyampaikan rasa terima kasih mewakili jajaran pengurus Madzirnu.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Haji Sumail Abdullah dan Mas Bima Rafsanjani Rafid. Semoga daging kurban yang diberikan membawa keberkahan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami doakan semoga keluarga besar Haji Sumail senantiasa sehat wal afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucapnya penuh haru.
Acara penyerahan hewan qurban ini turut disaksikan sejumlah kyai terkemuka yang tergabung dalam Madzirnu, antara lain:
- KH. Nuruddin (Bangorejo)
- KH. Abdul Kholiq (Pondok Nongko, Kabat)
- KH. Imam Sahrowardy (Gendoh, Sempu)
- Gus Maftuh (Cangaan, Genteng)
- Gus Khoirul Anwar (Genteng)
- Gus Ali (Bangorejo)
Setiap tokoh memberikan pandangan dan doa, yang menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya.


Penyerahan hewan qurban kepada Madzirnu oleh H. Sumail Abdullah dan Bima Rafsanjani Rafid tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga penuh rasa syukur. Para kiai yang hadir menyambut momen ini dengan hangat, menyampaikan apresiasi dan doa atas kebaikan para tokoh yang tetap peduli kepada umat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
KH. Imam Sahrowardy dari Gendoh, Sempu, menilai bahwa apa yang dilakukan oleh H. Sumail adalah wujud dari pemimpin yang tak melupakan nilai-nilai keagamaan di tengah kesibukan politiknya.
“Pemimpin seperti beliau adalah contoh bagaimana kekuasaan bisa bersanding dengan spiritualitas. Menyerahkan qurban secara langsung kepada umat bukan sekadar simbol, tapi cermin dari ketulusan hati,” ujarnya.
Senada dengan itu, KH. Nuruddin dari Bangorejo menekankan bahwa ibadah qurban tak hanya soal ritual, tapi juga tentang rasa syukur dan kepedulian kepada sesama.
“Qurban ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Tapi lebih dari itu, ini juga wujud nyata kepedulian sosial. Dagingnya mungkin akan habis dimasak, tapi keberkahannya insyaAllah akan terus mengalir,” tutur beliau.
Sementara itu, KH. Abdul Kholiq dari Pondok Nongko, Kabat, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang begitu besar dari H. Sumail dan Bima Rafsanjani terhadap kegiatan keagamaan.
“Kami berterima kasih, sebab di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, mereka masih menyempatkan berbagi. Ini bukan sekadar bentuk ibadah, tapi juga bentuk cinta kepada umat,” ungkap beliau.

Dari Cangaan, Genteng, Gus Maftuh turut mendoakan agar H. Sumail terus diberi kekuatan dalam menjalankan tugas kenegaraan dan tetap diberi kelapangan hati untuk terus dekat dengan rakyat.
“Kami doakan semoga beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan dalam menjalankan amanah. Semoga langkahnya diberi kemudahan oleh Allah dan terus bisa membawa maslahat bagi banyak orang,” katanya.
Gus Khoirul Anwar dari Genteng juga menambahkan harapannya agar langkah seperti ini menjadi inspirasi bagi pemimpin lainnya.
“Semoga ini jadi contoh yang baik. Bahwa seorang pemimpin tak hanya dekat secara struktural, tapi juga secara spiritual. Ini yang dibutuhkan umat hari ini,” ucapnya.
Gus Ali dari Bangorejo menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi antara ulama dan umara yang terjalin dengan harmonis.
“Kita bersyukur, karena hari ini kita melihat sinergi antara pemimpin dan masyarakat. Ketika qurban disalurkan dengan niat yang tulus, maka insyaAllah akan membawa keberkahan bukan hanya bagi penerimanya, tapi juga bagi pemberinya.”
Majlis Dzikir Nusantara (Madzirnu) merupakan organisasi keagamaan yang aktif dalam kegiatan dakwah, sosial, dan pendidikan Islam di berbagai daerah, termasuk Banyuwangi. Informasi lengkap mengenai kegiatan Madzirnu dapat diakses melalui www.madzirnu.web.id.
Melalui kegiatan seperti penyerahan qurban ini, Madzirnu terus menunjukkan peran strategisnya sebagai jembatan antara masyarakat dan para pemimpin, serta sebagai penjaga nilai-nilai spiritual di tengah era modernisasi.
Momentum Idul Adha tidak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego, menguatkan empati, dan memperkuat solidaritas. Apa yang dilakukan oleh Haji Sumail Abdullah dan Bima Rafsanjani Rafid bersama Madzirnu adalah teladan nyata dari semangat tersebut.
